Permohonan Maaf yang Efektif kepada Pelanggan

Pendahuluan

Selamat pagi teman-teman, bagaimana kabarnya? Sehat semua dong.

Nah, sebelum kita memulai pembahasan tentang permohonan yang efektif kepada pelanggan, pasti kalian sudah pernah membuat kesalahan kepada pelanggan yang mungkin tidak disengaja yang membuat pelanggan itu kesal.

Untuk kalian yang ingin tau cara permohonan yang baik dan pelanggan tetap memilih produk atau jasa kalian, terus baca artikelnya ya.

Dalam melaksanakan kegiatan usaha yang berhubungan langsung dengan pelanggan, pastinya perusahaan sering menerima keluhan atau masukan dari pelanggan. Untuk keluhan pelanggan yang sifatnya personal, perusahaan biasanya akan melakukan penanganan secara personal juga.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah melalui penyampaian permohonan maaf kepada pelanggan. Permohonan maaf disampaikan untuk meluruskan situasi yang berkembang dimana keluhan pelanggan menjadi banyak, dan perusahaan masih melakukan upaya evaluasi atas produk atau kebijakan yang dikeluarkan. Yuk, simak artikel dibawah.

 

5 Permohonan Yang Efektif Kepada Pelanggan

  1. Recognition,  pengakuan yang dibuat perusahaan. Dan secara jelas menyampaikan bahwa memang produk atau kebijakan yang dikeluarkan perusahaan menimbulkan ketidaknyamanan pelanggan. Pengakuan ini akan menciptakan persepsi di benak pelanggan bahwa perusahaan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada pelanggan. Selain itu pengakuan dari perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan memahami apa yang dikeluhkan pelanggan. Nah, begitu caranya teman-teman.
  2. Responsibility, pengertian tanggung jawab disini adalah bahwa perusahaan menunjukkan setidaknya untuk memperbaiki situasi atas keluhan pelanggan guna membangun kembali kepercayaan pelanggan. Dalam permohonan maaf yang disampaikan perusahaan, tanggung jawab tersebut ditampilkan dalam pernyataan “Tapi kami sedang membuatnya lebih baik”. Kalimat tersebut dapat menumbuhkan keyakinan dalam diri pelanggan bahwa perusahaan memang sedang berupaya melakukan perbaikan-perbaikan untuk kenyamanan pelanggan.
  3. Remorse, dalam menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan, perusahaan harus menunjukkan penyesalan mendalam bahwa produk atau kebijakan yang dikembangkan ternyata menimbulkan kerugian bagi pelanggan. Penyesalan tersebut diperkuat dengan pernyataan bahwa perusahaan tidak akan melakukan kesalahan yang sama di waktu yang akan datang.
  4. Restitution, adalah upaya untuk memperbaiki dan membangun kembali kepercayaan pelanggan yang mungkin menurun akibat kerugian dari penggunaan produk atau kebijakan yang dikeluarkan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan perlu menampilkan wujud nyata tindakan-tindakan yang dilakukan perusahaan dalam memperbaiki kondisi yang ada berdasarkan keluhan pelanggan.
  5. Repetition, adalah komitmen yang disampaikan perusahaan bahwa hal-hal yang menjadi keluhan pelanggan tidak akan terulang lagi. Dalam permohonan maaf yang disampaikan perusahaan, contoh komitmen disampaikan di bagian akhir “Tapi kami sedang membuatnya lebih baik”. Komitmen ini akan membantu perusahaan dalam mendapatkan kepercayaan pelanggan bahwa perusahaan serius menangani keluhan pelanggan.

Penutup

Bagaimana sobat? Caranya mudah kan, semoga dengan menikuti cara yang diatas kalian bias menghadapi setiap sikap pelanggan yang kalian temui dan semoga pelanggan kalian tetap memilih jasa perusahaan kalian dan semoga sukses terus.. selamat pagi dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

 

Ditulis oleh :
May Reni br. Sitepu
S1 Manajemen Pemasaran

Sumber : https://ppm-manajemen.ac.id/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *